26 Des 2017

Download Contoh Program Umum Bimbingan dan Konseling (BK) SMA

Download Contoh Program Umum Bimbingan dan Konseling SMA - Bimbingan dan Konseling (BK) merupakan unsur bagian yang penting dalam sebuah lembaga pendidikan, utamanya sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Adanya Bimbingan dan Konseling di sekolah diharapkan mampu menjadi tumpuan utama dalam membimbing, mengarahkan dan menjadi solusi jitu bagi siswa untuk meniti karir selama menjalani pendidikan.


Dalam menjalankan fungsinya di sekolah maka BK harus memiliki Program Umum Bimbingan dan Konseling yang dapat dijadikan dasar dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPL) dari masing-masing Guru BK di sekolah.

Penyusunan Program Umum Bimbingan dan Konseling ini didasarkan atas kebutuhan materi layanan yang diinginkan oleh siswa. Sehingga penyebaran angket kebutuhan sangat dibutuhkan pada awal tahun pembelajaran. Hal ini dilakukan agar guru BK memiliki gambaran atas kebutuhan materi layanan yang diinginkan oleh siswa. Sehingga pada tiap tahunnya ada kemungkinan terjadi perbedaan kebutuhan materi layanan. Program Umum Bimbingan dan Konseling ini disusun berdasarkan POP BK 2016 yang merupakan Pedoman Operasional Penyelenggaraan BK terbaru seusai Kurikulum 2013.

Kali ini ijinkan kami kru www.abdinegara.web.id web blog tempatnya sharing dan download file gratis untuk berbagi file Contoh Program Umum Bimbingan dan Konseling pada tingkat SMA. Untuk mengunduh file berkas program umum BK ini bisa pengunjung lakukan klik pada tautan download yang ada pada bagian akhir artikel ini.

Gambaran Umum Isi Program Umum Bimbingan dan Konseling SMA

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN
MOTTO
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Rasional
B. Visi dan Misi
C. Proses Penyusunan Program Bimbingan dan Konseling SMA Negeri ASAL.
D. Tujuan
BAB II KONDISI OBYEKTIF SMA NEGERI ASAL
A. Jumlah Rombongan Belajar dan Siswa
B. Wali Kelas dan Guru BK
C. Pembagian Siswa Asuh
D. Sarana dan Prasarana Ruang Bimbingan Konseling 
BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING
A.Tahap Persiapan
B.Pelaksanaan Program Melalui Kegiatan Layanan Bimbingan Dan Konseling 
B.1. Komponen Program Bimbingan dan Konseling
B.2. Bidang Layanan Bimbingan dan Konseling meliputi 
B.3. Kegiatan Pendukung Layananan meliputi
B.4. Format Layanan meliputi 
C.Strategi Layanan bimbingan dan Konseling
1. Program Layanan
2. Penyelenggaraan layanan
3. Waktu dan Posisi Pelaksanaan layanan
4. Pihak Yang Terlibat
BAB IV PENJABARAN PROGRAM OPERASIONAL BIMBINGAN DAN KONSELING
A. Tahap Persiapan
1. Analisa Kebutuhan Peserta Didik
2. Studi Layanan
3. Rapat Koordinasi
4. Konsultasi Program
5. Penyusunan Program 
6. Penyediaan Instrumen BK
B. Pelaksanaan Program
Jenis Kegiatan Layanan
Jenis Kegiatan Pendukung
Evaluasi
Analisis Hasil Evaluasi
Tindak Lanjut
Laporan
Pertemuan Staf Guru Bimbingan dan Konseling
Pembinaan dan Pengembangan
BAB V P E N U T U P

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran I : SK Pembagian Tugas Guru Bimbingan dan Konseling
Lampiran II : Struktur Organisasi BK
Lampiran III : Kalender Pendidikan 2017/2018
Lampiran IV : Grafik Kebutuhan Materi BK 2017/2018
Lampiran V : Action Plan BK 2017/2018 
Lampiran VI : Jadwal kegiatan tahunan BK
Lampiran VII : Matrik Program Tahunan BK
Lampiran VIII : Program Semester BK 2017/2018
Lampiran IX : Mekanisme kerja BK
Lampiran X : Mekanisme penanganan permasalahan peserta didik di sekolah 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Rasional
Paradigma bimbingan dan konseling dewasa ini lebih berorientasi pada pengenalan potensi, kebutuhan, dan tugas perkembangan serta pemenuhan kebutuhan dan tugas-tugas perkembangan tersebut. Alih-alih memberikan pelayanan bagi peserta didik yang bermasalah, pemenuhan perkembangan optimal dan pencegahan terjadinya masalah merupakan fokuspelayanan. Atas dasar pemikiran tersebut maka pengenalan potensi individu merupakan kegiatan urgen pada awal pelayanan bantuan. Bimbingan dan konseling saat ini tertuju pada mengenali kebutuhan peserta didik, orangtua dan sekolah.

Bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peranan penting dalam membantu peserta didik dalam mencapai perkembangan sebagaimana tercantum dalm Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD). Dalam upaya mendukung pencapaikan tugas perkembangan tersebut, program bimbingan dan konseling dilaksanakan secara utuh dan kolaboratif dengan seluruh stakeholder sekolah. 

Dewasa ini, layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan oleh SMAN-ASAL memiliki banyak tantangan baik secara internal maupun eksternal. Dari sisi internal, problematika yang dialami oleh sebagian besar bersifat kompleks. Beberapa diantaranya adalah problem terkait penyesuaian akademik, penyesuaian diri dengan pergaulan sosial di sekolah, ketidak matangan orientasi pilihan karir, dan lain-lainnya. Fakta ini sejalan dengan hasil asesmen permasalahan yang dilakukan, yakni sebagian besar peserta didik dikelas XII belum mencapai penyesuaian kemampuan belajar untuk mencapai target rata-rata Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), budaya kelompok teman sebaya yang seringkali tidak mendukung bagi terbentuknya iklim belajar kelompok, dan masih terdapat kecenderungan ekstrim dari beberapa kelompok-kelompok tertentu yang berpotensi memicu terjadinya perkelahian dan tawuran.

Dari sisi eksternal, peserta didik yang notabene berada dalam rentang usia perkembangan remaja juga dihadapkan pada perubahan-perubahan cepat yang terjadi dalam skala global. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dan massif seringkali memberikan dampak negatif bagi perkembangan pribadi-sosial peserta didik di sekolah. Sebagai contoh, akses tak terbatas dalam dunia maya seringkali melahirkan budaya instan dalam mengerjakan tugas, maraknya pornografi, dan problem lainnya.

Namun demikian, pada dasarnya setiap individu memiliki kecenderungan untuk menata diri dan mencapai tujuan hidup yang lebih bermakna, tidak terkecuali peserta didik disekolah. Dari berbagai problem yang ada, masih terdapat harapan yang besar terhadap keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh peserta didik. Beberapa peserta didik memiliki potensi untuk dikembangkan bakat dan minatnya, seperti kemampuan penulisan karya ilmiah remaja, aktif dalam kegitan olahraga, berbakat dalam bidang penalran mata pelajaran tertentu dan lain-lainnya.Disamping itu daya dukung yang tersedia di SMAnegeri ASAL dapat dikatakan berlimpah. Hal ini didukung oleh fakta bahwa sebagian besar orangtua/wali peserta didik memiliki profesi beragam dan telah menyatakan kesediaan untuk turut berkontribusi dengan kemapuan profesionalnya masing-masing. Kondisi ini merupakan modal yang luar biasa dalam mendukung keberhasilan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Begitu pula dari segi daya dukung sarana dan prasarana yang dimiliki; SMAnegeri ASAL memiliki kecukupan fasilitas untuk menopang kegiatan perkembangan bakat dan minat peserta didik melalui kegitan intra maupun ekstrakurikuler.

Oleh karena itu, dengan berbagai keunggulan yang dimiliki sekaligus beberapa problematika yang tengah dihadapi, layanan bimbingan dan konseling yang akan diselenggarakan di SMAnegeri ASAL berkomitmen untuk membantu penyelesaian berbagai problem yang dialami oleh peserta didik, termasuk pula memfasilitasi pencapaian optimal dari bakat dan minat yang dimiliki peserta didik. Rancangan program yang didiskripsikan secara rinci dalam dokumen ini merupakan bukti dari komitmen untuk memberikan layanan bimbingan dan konseling yang profesional bagi peserta didik di SMA Negeri ASAL.

Berdasar pada tujuan tersebut, maka program pelayanan Bimbingan dan Konseling SMA Negeri ASAL mengacu pada :

1. Landasan Yuridis
a. Undang-undang Nomor Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 butir 6 yang mengemukakan bahwa konselor adalah pendidik, Pasal 3 bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, dan Pasal 4 ayat (4) bahwa pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.

b. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 5 s.d Pasal 18 tentang standar isi pendidikan dasar dan menengah.

c. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, yang memuat pengembangan diri peserta didik dalam struktur kurikulum setiap satuan pendidikan.

d. Permendiknas RI Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.

e. Penilaian kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada pasal 22 ayat (5) Peraturan bersama Meteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dinyatakan bahwa penilaian kinerja guru BK atau Konselor dihitung secara proporsional berdasarkan kerja wajib paling kurang 150 (seratus lima puluh) orang siswa dan paling banyak 250 (dua ratus lima puluh) orang siswa per tahun.

f. Panduan Pengembangan Diri – Direktorat Pembinaan SMA, 2008

g. Permendikbud RI Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan dasar dan Pendidikan Menengah

h. Pedoman Peminatan peserta Didik, Kemendikbud – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Tahun 2013

i. Permendikbud RI Nomor 64 Tahun 2014 tentang Peminatan pada Pendidikan Menengah

j. Permendikbud RI nomor 5 tahun 2015 tentang kriteria kelulusan, penyelenggaraan ujian nasional dan penyelenggaraan ujian sekolah/madrasah/pendidikan kesetaraan pada SMP/MTs dan yang sederajat dan SMA/MA/SMK atau yang sederajat.

k. Permendikbud RI nomor 82 tahun 2015 tentang pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan sekolah.

2. Landasan Filosofis
a. Manusia sebagai makluk social yang educable perlu mendapatkan pendidikan untuk menjadikannya manusia dewasa dan mandiri. Manusia juga makluk unik yang berbeda antara satu dan lainya dalam berbagai hal.

b. Bimbingan dan Konseling adalah profesi yang menekuni masalah sikap, kepribadian, serta keuniakan manusia berupaya menelusuri dan mewujudkannya menuju kedewasaan dan kemandirian sesuai bakat, minat serta keunikan tersebut.

c. Kegiatan ekstrakurikuler adalah program yang dipilih peserta didik berdasarkan bakat, minat, serta keunikannya meraih prestasi yang bermakna bagi diri dan masa depanya.

3. Landasan Psikologis
Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri ASAL didasarkan pada ketuntasan dari Tugas Perkembangan untuk jenjang SMA, yang antara lain :

a. Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

b. Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya, serta kematangan dalam peranannya sebagai pria dan wanita.

c. Mencapai kematangan pertumbuhan fisik yang sehat.

d. Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi dan seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir atau melanjutkan pendidikan tinggi, serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas.

e. Mencapai kematangan dalam pilihan karir.

f. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, social, intelektual dan ekonomi.

g. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

h. Mengembangkan kemampuan komunikasi social dan intelektual, serta apresiasi seni.

i. Mencapai kematangan dalam system etika dan nilai.

4. Landasan Sosial Budaya
Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri ASAL juga mengacu pada kultur yang berlaku di sekolah. Kultur tersebut tertuang dan visi dan misi sekolah. Untuk itu, semua program BK tidak lepas dari visi dan misi sekolah yang sudah disusun dan disepakati oleh seluruh komponen sekolah. 

Program utama dari pelayanan BK SMA Negeri ASAL lebih kearah membangun kemandirian dalam memecahkan masalah yang dihadapi serta memantapkan pilihannya dalam melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi.

5. Landasan IPTEK
Bahwa layanan Bimbingan dan Konseling adalah sebagai kegiatan ilmiah, yang harus senantiasa mengikuti laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat.
Link download: